Nomor 6
Suku banyak P(x) dibagi x2−x−2 mempunyai hasil bagi Q(x) dan sisa x+2. Jika Q(x)
dibagi x+2 mempunyai sisa 3, maka sisa P(x) dibagi x2+3x+2 adalah ....
(A). −11x−10
(B). −10x−11
(C). 11x−10
(D). 10x+11
(E). 11x+10
(A). −11x−10
(B). −10x−11
(C). 11x−10
(D). 10x+11
(E). 11x+10
♠ Konsep Dasar suku banyak (polinomial)
*). Teorema sisa : f(x)x−a⇒sisa=f(a)
artinya : substitusi x=a ke f(x) dengan hasil sama dengan sisanya
*). P(x) dibagi K(x) hasilnya Q(x) dan sisanya S(x)
Berlaku : P(x)=K(x).Q(x)+S(x)
♠ Menyusun persamaan
Q(x):(x+2), sisa = 3 , artinya Q(−2)=3 ...pers(i)
*). P(x) dibagi x2−x−2 sisanya x+2 dan hasil baginya Q(x)
Berlaku : P(x)=(x2−x−2).Q(x)+(x+2) atau
difaktorkan : P(x)=(x+1)(x−2).Q(x)+(x+2) ...pers(ii)
♠ Substitusi nilai x=−1 dan x=−2 ke pers(ii)
Persamaan (i) : P(x)=(x+1)(x−2).Q(x)+(x+2)
x=−1→P(−1)=(−1+1)(−1−2).Q(−1)+(−1+2)P(−1)=0.Q(−1)+1P(−1)=1x=−2→P(−2)=(−2+1)(−2−2).Q(−2)+(−2+2)P(−2)=(−1).(−4).3+0P(−2)=12
♠ Menentukan sisa pembagian
P(x) dibagi x2+3x+2=(x+1)(x+2) , misalkan sisanya ax+b dan hasilnya K(x)
berlaku : P(x)=(x+1)(x+2).K(x)+(ax+b) ...pers(iii)
Substitusi nilai x=−1 dan x=−2 ke pers(iii) dan gunakan P(−1)=1 dan P(−2)=12
x=−1→P(−1)=(−1+1)(−1+2).K(−1)+(a(−1)+b)1=−a+b....pers(1) x=−2→P(−1)=(−2+1)(−2+2).K(−2)+(a(−2)+b)12=−2a+b....pers(2)
♠ Eliminasi pers(1) dan pers(2)
−a+b=1−2a+b=12−a=−11
pers(1) : −a+b=1→−(−11)+b=1→b=−10
Sehingga sisa pembagiannya : ax+b=−11x−10
Jadi, sisa pembagiannya adalah −11x−10.♡
*). Teorema sisa : f(x)x−a⇒sisa=f(a)
artinya : substitusi x=a ke f(x) dengan hasil sama dengan sisanya
*). P(x) dibagi K(x) hasilnya Q(x) dan sisanya S(x)
Berlaku : P(x)=K(x).Q(x)+S(x)
♠ Menyusun persamaan
Q(x):(x+2), sisa = 3 , artinya Q(−2)=3 ...pers(i)
*). P(x) dibagi x2−x−2 sisanya x+2 dan hasil baginya Q(x)
Berlaku : P(x)=(x2−x−2).Q(x)+(x+2) atau
difaktorkan : P(x)=(x+1)(x−2).Q(x)+(x+2) ...pers(ii)
♠ Substitusi nilai x=−1 dan x=−2 ke pers(ii)
Persamaan (i) : P(x)=(x+1)(x−2).Q(x)+(x+2)
x=−1→P(−1)=(−1+1)(−1−2).Q(−1)+(−1+2)P(−1)=0.Q(−1)+1P(−1)=1x=−2→P(−2)=(−2+1)(−2−2).Q(−2)+(−2+2)P(−2)=(−1).(−4).3+0P(−2)=12
♠ Menentukan sisa pembagian
P(x) dibagi x2+3x+2=(x+1)(x+2) , misalkan sisanya ax+b dan hasilnya K(x)
berlaku : P(x)=(x+1)(x+2).K(x)+(ax+b) ...pers(iii)
Substitusi nilai x=−1 dan x=−2 ke pers(iii) dan gunakan P(−1)=1 dan P(−2)=12
x=−1→P(−1)=(−1+1)(−1+2).K(−1)+(a(−1)+b)1=−a+b....pers(1) x=−2→P(−1)=(−2+1)(−2+2).K(−2)+(a(−2)+b)12=−2a+b....pers(2)
♠ Eliminasi pers(1) dan pers(2)
−a+b=1−2a+b=12−a=−11
pers(1) : −a+b=1→−(−11)+b=1→b=−10
Sehingga sisa pembagiannya : ax+b=−11x−10
Jadi, sisa pembagiannya adalah −11x−10.♡
Nomor 7
Jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika dinotasikan dengan Sn. Jika suku pertama deret tersebut
tak nol dan S4,S8 dan S16 membentuk barisan geometri, maka S8S4=.....
♣ Barisan Aritmetika : Sn=n2(2a+(n−1)b)
S4,S8,S16 adalah barisan geometri
rasionya sama , diperoleh :
S8S4=S16S8(S8)2=S4.S16[82(2a+(8−1)b)]2=[42(2a+(4−1)b)].[162(2a+(16−1)b)][4(2a+7b)]2=[2(2a+3b)].[8(2a+15b)]16(4a2+28ab+49b)=16(4a2+36ab+45b2)4b2−8ab=04b(b−2a)=0b=0∨b=2a
Yang memenuhi adalah b=2a
♣ Menentukan hasilnya
S8S4=82(2a+(8−1)b)42(2a+(4−1)b)=4(2a+7b)2(2a+3b)=2(2a+7.(2a))(2a+3.(2a))=2(16a)(8a)=4
Jadi, nilai S8S4=4.♡
S4,S8,S16 adalah barisan geometri
rasionya sama , diperoleh :
S8S4=S16S8(S8)2=S4.S16[82(2a+(8−1)b)]2=[42(2a+(4−1)b)].[162(2a+(16−1)b)][4(2a+7b)]2=[2(2a+3b)].[8(2a+15b)]16(4a2+28ab+49b)=16(4a2+36ab+45b2)4b2−8ab=04b(b−2a)=0b=0∨b=2a
Yang memenuhi adalah b=2a
♣ Menentukan hasilnya
S8S4=82(2a+(8−1)b)42(2a+(4−1)b)=4(2a+7b)2(2a+3b)=2(2a+7.(2a))(2a+3.(2a))=2(16a)(8a)=4
Jadi, nilai S8S4=4.♡
Nomor 8
Garis g merupakan garis singgung kurva y=2x2−x−1 dengan gradien m. Jika garis g
membentuk sudut 45∘ terhadap garis 2x−y+4=0, dan 0<m<2, maka persamaan g adalah ....
♠ Gambar

Misalkan, garik k : 2x−y+4=0, gradiennya mk=−xy=−2−1=2
♠ Konsep Gradien melibatkan sudut :
Gradien garis g : mg=tanθ
Gradien garis k : mk=tan(45∘+θ)
Rumus Trigonometri : tan(A+B)=tanA+tanB1−tanA.tanB
♠ Menentukan gradien garis g
mk=tan(45∘+θ)2=tan45∘+tanθ1−tan45∘.tanθ2=1+tanθ1−1.tanθ2=1+tanθ1−tanθ2−2tanθ=1+tanθ3tanθ=1tanθ=13
artinya gradien garis g : mg=tanθ=13
♠ Garis g menyinggung kurva y=2x2−x−1
gradien = turunan kurvanya , y′=4x−1
mg=y′→13=4x−1→x=13
Menentukan titik singgung dengan substitusi x=13 ke kurva
x=13→y=2(13)2−13−1=−109
Diperoleh titik singgungnya : (x1,y1)=(13,−109) dengan m=13
♠ Menyusun persamaan garis g
y−y1=m(x−x1)y−(−109)=13(x−13)y+109=13x−19(kali 9)9y+10=3x−1−3x+9y+11=0
Jadi, persamaan garis g adalah −3x+9y+11=0.♡
Catatan : Sebenarnya nilai gardien garis g ada dua kemungkinan yaitu 13 atau −13 , artinya garis g ada dua kemungkinan yaitu naik (gradien positif) atau turun (gradien negatif). Hanya saja syaratnya 0<m<2 yang artinya gradien 13 yang memenuhi.
Misalkan, garik k : 2x−y+4=0, gradiennya mk=−xy=−2−1=2
♠ Konsep Gradien melibatkan sudut :
Gradien garis g : mg=tanθ
Gradien garis k : mk=tan(45∘+θ)
Rumus Trigonometri : tan(A+B)=tanA+tanB1−tanA.tanB
♠ Menentukan gradien garis g
mk=tan(45∘+θ)2=tan45∘+tanθ1−tan45∘.tanθ2=1+tanθ1−1.tanθ2=1+tanθ1−tanθ2−2tanθ=1+tanθ3tanθ=1tanθ=13
artinya gradien garis g : mg=tanθ=13
♠ Garis g menyinggung kurva y=2x2−x−1
gradien = turunan kurvanya , y′=4x−1
mg=y′→13=4x−1→x=13
Menentukan titik singgung dengan substitusi x=13 ke kurva
x=13→y=2(13)2−13−1=−109
Diperoleh titik singgungnya : (x1,y1)=(13,−109) dengan m=13
♠ Menyusun persamaan garis g
y−y1=m(x−x1)y−(−109)=13(x−13)y+109=13x−19(kali 9)9y+10=3x−1−3x+9y+11=0
Jadi, persamaan garis g adalah −3x+9y+11=0.♡
Catatan : Sebenarnya nilai gardien garis g ada dua kemungkinan yaitu 13 atau −13 , artinya garis g ada dua kemungkinan yaitu naik (gradien positif) atau turun (gradien negatif). Hanya saja syaratnya 0<m<2 yang artinya gradien 13 yang memenuhi.
Nomor 9
Nilai x yang memenuhi pertaksamaan
√(625)x−2>(√(125)x)(3√(25)6x) adalah ....
♠ Konsep Eksponen (perpangkatan)
*). Sifat : n√am=amn ; (am)n=am.n dan am.an=am+n
*). Pertidaksamaan : af(x)>ag(x)⇒f(x)>g(x), dengan a>1
♠ Menyelesaikan pertidaksamaan
√(625)x−2>(√(125)x)(3√(25)6x)(54)x−22>((53)x2)((52)6x3)(5)2(x−2)>(5)3x2.(5)4x52x−4>(5)3x2+4x2x−4>3x2+4x(kali 2)4x−8>3x+8x−7x>8(bagi -7, tanda dibalik)x<−87
Jadi, solusinya adalah {x<−87}.♡
*). Sifat : n√am=amn ; (am)n=am.n dan am.an=am+n
*). Pertidaksamaan : af(x)>ag(x)⇒f(x)>g(x), dengan a>1
♠ Menyelesaikan pertidaksamaan
√(625)x−2>(√(125)x)(3√(25)6x)(54)x−22>((53)x2)((52)6x3)(5)2(x−2)>(5)3x2.(5)4x52x−4>(5)3x2+4x2x−4>3x2+4x(kali 2)4x−8>3x+8x−7x>8(bagi -7, tanda dibalik)x<−87
Jadi, solusinya adalah {x<−87}.♡
Nomor 10
Himpunan semua x yang memenuhi |x−2|−1≥x adalah ....
♣ Konsep dasar nilai mutlak
|f(x)|={f(x), untuk f(x)≥0−f(x), untuk f(x)<0
Sehingga bentuk |x−2| bisa dijabarkan menjadi :
|x−2|={x−2, untuk x−2≥0↔x≥2−(x−2), untuk x−2<0↔x<2
Artinya bentuk |x−2| dijabarkan berdasarkan batas nilai x
♣ Menyelesaikan soal berdasarkan batas x
*). untuk x≥2, bentuk |x−2|=x−2
|x−2|−1≥x(x−2)−1≥x−3≥0(salah)
untuk kasus x≥2, tidak ada nilai x yang memenuhi.
*). untuk x<2, bentuk |x−2|=−(x−2)
|x−2|−1≥x−(x−2)−1≥x−x+2−1≥x−2x≥−1(bagi -2, tanda dibalik)x≤12
Nilai x≤12 memenuhi syarat x<2, artinya memenuhi solusi.
Jadi, solusinya adalah {x≤12}.♡
|f(x)|={f(x), untuk f(x)≥0−f(x), untuk f(x)<0
Sehingga bentuk |x−2| bisa dijabarkan menjadi :
|x−2|={x−2, untuk x−2≥0↔x≥2−(x−2), untuk x−2<0↔x<2
Artinya bentuk |x−2| dijabarkan berdasarkan batas nilai x
♣ Menyelesaikan soal berdasarkan batas x
*). untuk x≥2, bentuk |x−2|=x−2
|x−2|−1≥x(x−2)−1≥x−3≥0(salah)
untuk kasus x≥2, tidak ada nilai x yang memenuhi.
*). untuk x<2, bentuk |x−2|=−(x−2)
|x−2|−1≥x−(x−2)−1≥x−x+2−1≥x−2x≥−1(bagi -2, tanda dibalik)x≤12
Nilai x≤12 memenuhi syarat x<2, artinya memenuhi solusi.
Jadi, solusinya adalah {x≤12}.♡
pembahasan polinomial nomor 6, x di persamaan (i) bukannya harusnya 2 ya?
BalasHapusHallow,
Hapusx yang kita substitusikan adalah pembuat nolnya (akarnya). Q(x) dibagi (x+2), artinya pembuat nol dari x+2 adalah x=−2. Sehingga kita substitusikan x=−2 ke pers(i). Seperti itu.
Terima kasih untuk kunjungannya ke blog dunia-informa ini.
Semangat belajar.
permisi numpang nanya, yang disubstitusikan ke pers.2 bukannya x= -1 dan x= 2 ya? karena kan faktor pembaginya x+1 danx-2
Hapushallow @fajar,
Hapusmemang faktornya x+1 dan x−2, namun di soal yang ditanyakan adalah sisa pembagian dengan x2+3x+2=(x+1)(x+2) , artinya pada intinya kita akan mencari nilai P(−1) dan P(−2). Dengan alasan tersebut, maka yang kita substitusikan ke pers(2) adalah x=−1 dan x=−2, lagian kita juga sudah punya nilai Q(−2), sehingga untuk x=−2 kita akan memperoleh nilai P(−2) nya.
Seperti itu penjelasannya.
semoga bisa membantu. ^_^
Wah keren sekali ini. Semoga berkah
BalasHapusHallow @sianturi roni.
HapusTerimakasih untuk kunjungannya ke blog dunia-informa ini.
Semoga bermanfaat.