Hallow sobat, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga baik-baik saja.
Pembahasan Soal SPMB Matematika IPA tahun 2007 nomor 1 sampai nomor 5 menurut kami cukup menantang terutama untuk nomor 3 yang menggunakan konsep limit dan nomor 5 tentang pertidaksamaan trigonometri yang jawabannya cukup panjang. Nah untuk pembahasan nomor 2 itu tentang turunan sekaligus barisan dan deret geometri tak hingga, agak merepotkan karena melibatkan dua teori sekaligus. Sebenarnya yang sulit juga nomor 1 tentang dimensi tiga, biasa kalau dimensi tiga pasti menyulitkan, tapi tenang, kami menyertakan dua alternatif pembahasannya. Dan yang menurut kami mudah adalah soal nomor 4, karena menggunakan teori matriks, hanya saja harus penuh dengan ketelitian dalam perhitungannya karena melibatkan banyak angka.
Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai Pembahasan Soal SPMB Matematika IPA tahun 2007, langsung saja simak penjelsannya berikut untuk nomor 1 sampai nomor 5. Selamat belajar.
Nomor 1
Diketahui kubus ABCD.EFGH yang mempunyai panjang rusuk 1 cm. Jarak D ke bidang EBG sama dengan ....
♣ Gambar
Jarak (D,EBG) = panjang DM pada segitiga DBN
♣ Menentukan panjang BN
ΔBNF,BN=√BF2+FN2=√12+(12√2)2=12√6
♣ Menentukan panjang DM dengan luas segitiga DBN
Luas DBN (alas BN)=Luas DBN (alas DB)12.BN.DM=12.DB.NOBN.DM=DB.NODM=DB.NOBN=√2.112√6=23√3
Jadi, jarak D ke bidang EBG adalah 23√3.♡
Jarak (D,EBG) = panjang DM pada segitiga DBN
♣ Menentukan panjang BN
ΔBNF,BN=√BF2+FN2=√12+(12√2)2=12√6
♣ Menentukan panjang DM dengan luas segitiga DBN
Luas DBN (alas BN)=Luas DBN (alas DB)12.BN.DM=12.DB.NOBN.DM=DB.NODM=DB.NOBN=√2.112√6=23√3
Jadi, jarak D ke bidang EBG adalah 23√3.♡
Cara II
♣ Gambar
♣ Pada gambar, segitiga ACH dan EBG membagi DF (Diagonal ruang) menjadi 3 bagian sama panjang yaitu pada titik K dan L, sehingga jarak D ke segitiga EBG adalah 23 diagonal ruang.
Sehingga :
Jarak = 23DF=23.s√3=23.1.√3=23√3
Jadi, jarak D ke bidang EBG adalah 23√3.♡
♣ Gambar
♣ Pada gambar, segitiga ACH dan EBG membagi DF (Diagonal ruang) menjadi 3 bagian sama panjang yaitu pada titik K dan L, sehingga jarak D ke segitiga EBG adalah 23 diagonal ruang.
Sehingga :
Jarak = 23DF=23.s√3=23.1.√3=23√3
Jadi, jarak D ke bidang EBG adalah 23√3.♡
Nomor 2
Misalkan f′(x) menyatakan turunan pertama dari fungsi f(x)=x23−x,x≠3, jika f′(2) dan
f′(4)2 adalah suku pertama dan kedua suatu deret geometri tak berhingga, maka jumlah deret tersebut adalah ....
♠ Konsep turunan : y=UV→y′=U′.V−U.V′V2
♠ Menentukan turunan fungsinya
f(x)=x23−xU=x2→U′=2xV=3−x→V′=−1f′(x)=U′.V−U.V′V2f′(x)=2x.(3−x)−x2.(−1)(3−x)2f′(x)=6x−x2(3−x)2x=2→f′(2)=6.2−22(3−2)2=8x=4→f′(4)=6.4−42(3−4)2=8f′(4)2=82=4
Sehingga barisannya :
f′(2),f′(4)2,... yaitu 8, 4, .....
a=8,r=U2U1=48=12
♠ Menentukan jumlah deret tak hingganya
S∞=a1−r=81−12=812=16
Jadi, jumlah tak hingganya adalah 16. ♡
♠ Menentukan turunan fungsinya
f(x)=x23−xU=x2→U′=2xV=3−x→V′=−1f′(x)=U′.V−U.V′V2f′(x)=2x.(3−x)−x2.(−1)(3−x)2f′(x)=6x−x2(3−x)2x=2→f′(2)=6.2−22(3−2)2=8x=4→f′(4)=6.4−42(3−4)2=8f′(4)2=82=4
Sehingga barisannya :
f′(2),f′(4)2,... yaitu 8, 4, .....
a=8,r=U2U1=48=12
♠ Menentukan jumlah deret tak hingganya
S∞=a1−r=81−12=812=16
Jadi, jumlah tak hingganya adalah 16. ♡
Nomor 3
limx→π24(x−π)cos2xπ(π−2x)tan(x−π2)=....
♣ Konsep dasar
cosx=sin(π2−x) atau cosx=−sin(x−π2)
limx→ksinaf(x)bf(x)=limx→ksinaf(x)tanbf(x)=ab dengan syarat f(k)=0
♣ Memodifikasi soal
limx→π24(x−π)cos2xπ(π−2x)tan(x−π2)=limx→π24(x−π)(−sin(x−π2))2π.−2(x−π2)tan(x−π2)=limx→π24(x−π)π.sin(x−π2)−2(x−π2).sin(x−π2)tan(x−π2)=4(π2−π)π.1−2.11=4(−π2)−2π=1
Jadi, nilai limitnya adalah 1. ♡
cosx=sin(π2−x) atau cosx=−sin(x−π2)
limx→ksinaf(x)bf(x)=limx→ksinaf(x)tanbf(x)=ab dengan syarat f(k)=0
♣ Memodifikasi soal
limx→π24(x−π)cos2xπ(π−2x)tan(x−π2)=limx→π24(x−π)(−sin(x−π2))2π.−2(x−π2)tan(x−π2)=limx→π24(x−π)π.sin(x−π2)−2(x−π2).sin(x−π2)tan(x−π2)=4(π2−π)π.1−2.11=4(−π2)−2π=1
Jadi, nilai limitnya adalah 1. ♡
Nomor 4
Diketahui matriks-matriks A=(1122−11) dan
BT=(12−1−112) , BT menyatakan transpos matriks B .
Jika det(2AB) = k. det ((AB)−1), maka k=....
♠ Konsep dasar
Determinan : A=(abcd)→det(A)=ad−bc
Invers : A=(abcd)→A−1=1det(A)(d−b−ca)
♠ Menentukan A.B dan (AB)−1 serta determinannya
BT=(12−1−112)→B=(1−121−12)
AB=(1122−11).(1−121−12)=(14−1−1)
(AB)−1=11.(−1)−(−1).4(−1−411)=13(−1−411)=(−13−431313)
2AB=2.(14−1−1)=(28−2−2)
det(2AB)=[2.(−2)]−[(−2).8]=−4+16=12
det((AB)−1)=[−13.13]−[13.−43]=−19+49=39=13
♠ Menentukan nilai k
det(2AB)=k.det((AB)−1)12=k.13k=36
Jadi, nilai k adalah 36. ♡
Determinan : A=(abcd)→det(A)=ad−bc
Invers : A=(abcd)→A−1=1det(A)(d−b−ca)
♠ Menentukan A.B dan (AB)−1 serta determinannya
BT=(12−1−112)→B=(1−121−12)
AB=(1122−11).(1−121−12)=(14−1−1)
(AB)−1=11.(−1)−(−1).4(−1−411)=13(−1−411)=(−13−431313)
2AB=2.(14−1−1)=(28−2−2)
det(2AB)=[2.(−2)]−[(−2).8]=−4+16=12
det((AB)−1)=[−13.13]−[13.−43]=−19+49=39=13
♠ Menentukan nilai k
det(2AB)=k.det((AB)−1)12=k.13k=36
Jadi, nilai k adalah 36. ♡
Cara II
♠ Sifat determinan : |P| artinya determinan P atau det(P)
|P−1|=1|P| dan |k.Pm×m|=km.|P|
♠ Menentukan determinan AB
AB=(14−1−1)→|AB|=[1.(−1)]−[4.(−1)]=3
♠ Menentukan nilai k dengan sifat determinan
|2(AB)2×2|=k.|(AB)−1|22|AB|=k.1|AB|4.3=k.1312=k.13k=36
Jadi, nilai k adalah 36. ♡
♠ Sifat determinan : |P| artinya determinan P atau det(P)
|P−1|=1|P| dan |k.Pm×m|=km.|P|
♠ Menentukan determinan AB
AB=(14−1−1)→|AB|=[1.(−1)]−[4.(−1)]=3
♠ Menentukan nilai k dengan sifat determinan
|2(AB)2×2|=k.|(AB)−1|22|AB|=k.1|AB|4.3=k.1312=k.13k=36
Jadi, nilai k adalah 36. ♡
Nomor 5
Jika 0≤x≤8 , maka nilai-nilai x yang memenuhi pertaksamaan sinπx4sinπx2>0
adalah ....
♣ Konsep dasar persamaan trigonometri
sinf(x)=sinθ Solusinya : f(x)=θ+k.2π dan f(x)=(π−θ)+k.2π
dengan k bilangan bulat
♣ Menentukan nilai x
sinπx4sinπx2>0sinπx4=0∨sinπx2=0
Untuk sinπx4=0→sinπx4=sin0∘ Solunsinya :
1). πx4=0∘+k.2π→πx=k.8π→x=8k
diperoleh : x={0,8,16,....}
2). πx4=(π−0∘)+k.2π→πx=4π+k.8π→x=4+8k
diperoleh : x={4,12,....}
Untuk sinπx2=0→sinπx2=sin0∘ Solunsinya :
1). πx2=0∘+k.2π→πx=k.4π→x=4k
diperoleh : x={0,4,8,12,....}
2). πx2=(π−0∘)+k.2π→πx=2π+k.4π→x=2+4k
diperoleh : x={2,6,10,14,....}
Jadi, solusinya adalah HP={0<x<2∨6<x<8}.♡
sinf(x)=sinθ Solusinya : f(x)=θ+k.2π dan f(x)=(π−θ)+k.2π
dengan k bilangan bulat
♣ Menentukan nilai x
sinπx4sinπx2>0sinπx4=0∨sinπx2=0
Untuk sinπx4=0→sinπx4=sin0∘ Solunsinya :
1). πx4=0∘+k.2π→πx=k.8π→x=8k
diperoleh : x={0,8,16,....}
2). πx4=(π−0∘)+k.2π→πx=4π+k.8π→x=4+8k
diperoleh : x={4,12,....}
Untuk sinπx2=0→sinπx2=sin0∘ Solunsinya :
1). πx2=0∘+k.2π→πx=k.4π→x=4k
diperoleh : x={0,4,8,12,....}
2). πx2=(π−0∘)+k.2π→πx=2π+k.4π→x=2+4k
diperoleh : x={2,6,10,14,....}
Jadi, solusinya adalah HP={0<x<2∨6<x<8}.♡
Jika ada masukan, saran, kritikan, alternatif penyelesaian lain yang lebih mudah, atau apapun yang berhubungan dengan halaman ini, silahkan kirim ke email : d.4rm.408@gmail.com , atau langsung isi komentar pada kotak komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat, terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.