Nomor 6
Penyelesaian pertidaksamaan (1−|x|)log(3x−1)<1 adalah ...
♠ Definisi harga mutlak : |x|={x,untukx≥0−x,untukx<0
♠f(x)log[g(x)]=h(x) syarat logaritma : f(x)>0,f(x)≠1,g(x)>0
♠ Untuk x≥0 maka |x|=x:
(1−|x|)log(3x−1)<1⇔(1−x)log(3x−1)<1
Syarat logaritma:
(3x−1)>0⇒x>13...HP1
1−x>0⇒x<1...HP2
1−x≠1⇒x≠0...HP3
untuk 0<x<1 , maka 0<1−x<1 sehingga tanda pertidaksamaan dibalik :
(1−x)log(3x−1)<1(1−x)log(3x−1)<(1−x)log(1−x)(3x−1)>(1−x)x>12...HP4
sehingga : HPA=HP1∩HP2∩HP3∩HP4={12<x<1}
♠ Untuk x<0 maka |x|=−x:
(1−|x|)log(3x−1)<1⇔(1+x)log(3x−1)<1
Syarat logaritma:
(3x−1)>0⇒x>13...HP1
Dari HP1={x>13} dan untuk x<0, maka kasus ini tidak ada nilai x yang memenuhi.
Sehingga solusi yang terpenuhi hanya dari kasus pertama untuk x≥0 yaitu HPA.
Jadi, Solusinya : HP=HPA={12<x<1}.♡
♠f(x)log[g(x)]=h(x) syarat logaritma : f(x)>0,f(x)≠1,g(x)>0
♠ Untuk x≥0 maka |x|=x:
(1−|x|)log(3x−1)<1⇔(1−x)log(3x−1)<1
Syarat logaritma:
(3x−1)>0⇒x>13...HP1
1−x>0⇒x<1...HP2
1−x≠1⇒x≠0...HP3
untuk 0<x<1 , maka 0<1−x<1 sehingga tanda pertidaksamaan dibalik :
(1−x)log(3x−1)<1(1−x)log(3x−1)<(1−x)log(1−x)(3x−1)>(1−x)x>12...HP4
sehingga : HPA=HP1∩HP2∩HP3∩HP4={12<x<1}
♠ Untuk x<0 maka |x|=−x:
(1−|x|)log(3x−1)<1⇔(1+x)log(3x−1)<1
Syarat logaritma:
(3x−1)>0⇒x>13...HP1
Dari HP1={x>13} dan untuk x<0, maka kasus ini tidak ada nilai x yang memenuhi.
Sehingga solusi yang terpenuhi hanya dari kasus pertama untuk x≥0 yaitu HPA.
Jadi, Solusinya : HP=HPA={12<x<1}.♡
Nomor 7
Diketahui suatu parabola simetris terhadap garis x=−2, dan garis singgung parabola tersebut di titik (0, 1) sejajar garis 4x+y=4.
Titik puncak parabola tersebut adalah ...
♣ Misalkan persamaan fungsinya , y=f(x)=ax2+bx+c. Dengan titik puncak (xp,yp) :
xp=−b2a dan yp=f(xp) , serta f′(x)=2ax+b.
♣ Sumbu simetrinya x=−2 dengan x=xp :
x=xp⇔−2=−b2a⇔b=4a ...pers(i)
♣ Garis singgung di (0,1) , artinya titik (0,1) dilalui parabola, substitusi (0,1) ke persamaan parabola:
y=ax2+bx+c⇔1=a.02+b.0+c⇔c=1
sehingga persamaan parabolanya menjadi : f(x)=ax2+bx+1
♣ Gradien garis singgung sejajar dengan garis 4x+y=4, artinya gradiennya sama dengan gradien garis 4x+y=4 yaitu m=−4.
♣ Menentukan gradien garis singgung di titik (0,1):
m=f′(x)⇔−4=f′(0)⇔−4=2a.0+b⇔b=−4.
Pers(i) : b=4a⇔−4=4a⇔a=−1 .
Persamaan parabolanya menjadi : f(x)=−x2−4x+1
♣ Menentukan titik puncak:
xp=−2⇒yp=f(xp)=f(−2)=−(−2)2−4.(−2)+1=5.
Jadi, titik puncaknya adalah (xp,yp)=(−2,5).♡
♣ Sumbu simetrinya x=−2 dengan x=xp :
x=xp⇔−2=−b2a⇔b=4a ...pers(i)
♣ Garis singgung di (0,1) , artinya titik (0,1) dilalui parabola, substitusi (0,1) ke persamaan parabola:
y=ax2+bx+c⇔1=a.02+b.0+c⇔c=1
sehingga persamaan parabolanya menjadi : f(x)=ax2+bx+1
♣ Gradien garis singgung sejajar dengan garis 4x+y=4, artinya gradiennya sama dengan gradien garis 4x+y=4 yaitu m=−4.
♣ Menentukan gradien garis singgung di titik (0,1):
m=f′(x)⇔−4=f′(0)⇔−4=2a.0+b⇔b=−4.
Pers(i) : b=4a⇔−4=4a⇔a=−1 .
Persamaan parabolanya menjadi : f(x)=−x2−4x+1
♣ Menentukan titik puncak:
xp=−2⇒yp=f(xp)=f(−2)=−(−2)2−4.(−2)+1=5.
Jadi, titik puncaknya adalah (xp,yp)=(−2,5).♡
Nomor 8
Agar 1, k2, dan −2k2√2 masing-masing merupakan suku ke 3, suku ke 5, dan suku ke 8 suatu barisan geometri, maka
rasio barisan tersebut adalah ...
♠ Barisan geometri : un=arn−1
u5=k2⇒ar4=k2...pers(i)
u8=−2k2√2⇒ar7=−2k2√2...pers(ii)
♠ Bagi pers(ii) dengan pers(i):
ar7ar4=−2k2√2k2r3=−2√2r3=−(2)32r=−(2)12r=−√2
Jadi, rasionya adalah r=−√2.♡
u5=k2⇒ar4=k2...pers(i)
u8=−2k2√2⇒ar7=−2k2√2...pers(ii)
♠ Bagi pers(ii) dengan pers(i):
ar7ar4=−2k2√2k2r3=−2√2r3=−(2)32r=−(2)12r=−√2
Jadi, rasionya adalah r=−√2.♡
Nomor 9
Vektor-vektor u,v, dan w tak nol dan |u|=|v|. Jika |v−w|=|u−w|, maka ...
♣ Rumus dasar : |p−q|2=|p|2+|q|2−2pq dan jika p.q=0 maka p tegak lurus q.
♣ Kuadratkan bentuk |v−w|=|u−w|
|u−w|=|v−w||u−w|2=|v−w|2|u|2+|w|2−2uw=|v|2+|w|2−2vw(substitusi|u|=|v|)|v|2+|w|2−2uw=|v|2+|w|2−2vw−2uw=−2vwuw=vwuw−vw=0(u−v)w=0
Artinya vektor (u−v) tegak lurus dengan vektor w.
Jadi, vektor (u−v) tegak lurus dengan vektor w.♡
♣ Kuadratkan bentuk |v−w|=|u−w|
|u−w|=|v−w||u−w|2=|v−w|2|u|2+|w|2−2uw=|v|2+|w|2−2vw(substitusi|u|=|v|)|v|2+|w|2−2uw=|v|2+|w|2−2vw−2uw=−2vwuw=vwuw−vw=0(u−v)w=0
Artinya vektor (u−v) tegak lurus dengan vektor w.
Jadi, vektor (u−v) tegak lurus dengan vektor w.♡
Nomor 10
Jika f(x)=1+sinx+sin2x+sin3x+...,0≤x≤π4, maka π4∫0f(x)dx=...
♠ Deret geometri tak hingga : s∞=a1−r
Deret 1+sinx+sin2x+sin3x+... mempunyai a=1,
dan r=u2u1=sinx1=sinx
s∞=a1−r=11−sinx sehingga f(x)=11−sinx
♠ Rumus dasar : sin2x+cos2x=1,tanx=sinxcosx,secx=1cosx
♠ Mengalikan f(x) dengan 1+sinx agar mudah diintegralkan:
f(x)=11−sinx.1+sinx1+sinx=1+sinx1−sin2x=1+sinxcos2x=1cos2x+sinxcos2x=1cos2x+sinxcosx.1cosxf(x)=sec2x+tanxsecx
♠ Menghitung nilai integralnya:
π4∫0f(x)dx=π4∫0(sec2x+tanxsecx)dx=[tanx+secx]π40=(tan45o+sex45o)−(tan0o+sec0o)=(1+√2)−(0+1)=√2
Jadi, nilai π4∫0f(x)dx=√2.♡
Deret 1+sinx+sin2x+sin3x+... mempunyai a=1,
dan r=u2u1=sinx1=sinx
s∞=a1−r=11−sinx sehingga f(x)=11−sinx
♠ Rumus dasar : sin2x+cos2x=1,tanx=sinxcosx,secx=1cosx
♠ Mengalikan f(x) dengan 1+sinx agar mudah diintegralkan:
f(x)=11−sinx.1+sinx1+sinx=1+sinx1−sin2x=1+sinxcos2x=1cos2x+sinxcos2x=1cos2x+sinxcosx.1cosxf(x)=sec2x+tanxsecx
♠ Menghitung nilai integralnya:
π4∫0f(x)dx=π4∫0(sec2x+tanxsecx)dx=[tanx+secx]π40=(tan45o+sex45o)−(tan0o+sec0o)=(1+√2)−(0+1)=√2
Jadi, nilai π4∫0f(x)dx=√2.♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.