Pembahasan Soal SBMPTN Matematika IPA kode 554 tahun 2014 nomor 6 sampai 10


Nomor 6
Diberikan limas T.ABC. Misalkan u=TA,v=TB,w=TC. Jika P titik berat ΔABC, maka TP=...
sbmptn_mat_ipa_2014.png
Titik P adalah titik berat, sehingga:
AP=23AD dan BD:DC=1:1
Menentukan vektor TD dari gambar berikut:
sbmptn_mat_ipa_3_2014.png
TD=1.v+1.w1+1=v+w2
Menentukan vektor AD dan AP :
AD=AT+TD=u+(v+w2)AD=v+w2u2AP=23ADAP=23.(v+w2u2)AP=13(v+w2u)
Menentukan vektor TP :
TP=TA+AP=u+13(v+w2u)=13(u+v+w)
Jadi, TP=13(u+v+w).
Nomor 7
Diketahui suatu parabola simetris terhadap garis x=2, dan garis singgung parabola tersebut di titik (0, 1) sejajar garis 4x+y=4. Titik puncak parabola tersebut adalah ...
Misalkan persamaan fungsinya , y=f(x)=ax2+bx+c. Dengan titik puncak (xp,yp) : xp=b2a dan yp=f(xp) , serta f(x)=2ax+b.
Sumbu simetrinya x=2 dengan x=xp :
x=xp2=b2ab=4a ...pers(i)
Garis singgung di (0,1) , artinya titik (0,1) dilalui parabola, substitusi (0,1) ke persamaan parabola:
y=ax2+bx+c1=a.02+b.0+cc=1
sehingga persamaan parabolanya menjadi : f(x)=ax2+bx+1
Gradien garis singgung sejajar dengan garis 4x+y=4, artinya gradiennya sama dengan gradien garis 4x+y=4 yaitu m=4.
Menentukan gradien garis singgung di titik (0,1):
m=f(x)4=f(0)4=2a.0+bb=4.
Pers(i) : b=4a4=4aa=1 .
Persamaan parabolanya menjadi : f(x)=x24x+1
Menentukan titik puncak:
xp=2yp=f(xp)=f(2)=(2)24.(2)+1=5.
Jadi, titik puncaknya adalah (xp,yp)=(2,5).
Nomor 8
Semua nilai a sehingga f(x)=log(4x+a.2x+a+3) selalu bernilai real adalah ...
Syarat kogaritma : alogb syaratnya a>0,a1,b>0.
Bentuk ax2+bx+c>0 adalah definit positif, syaratnya : a>0 dan D<0.
f(x)=log(4x+a.2x+a+3) syaratnya ;
4x+a.2x+a+3>0(2x)2+a.2x+(a+3)>0 (p)2+ap+(a+3)>0 dengan p=2x>0
Bentuk (p)2+ap+(a+3)>0 termasuk definit positif dengan a=1,b=a,c=a+3, syaratnya:
a=1>0(benar)D<0b24ac<0a24.1.(a+3)<0a24a12<0(a+2)(a6)<0a=2ataua=6
sbmptn_mat_ipa_4_2014.png
HP1={2<a<6}
Nilai p=2x selalu positif , sehingga untuk a positif maka nilai (p)2+ap+(a+3) juga positif . HP2={a0}
Jadi, HP=HP1HP2={a>2}.
Nomor 9
Misalkan diberikan titik A(1, 0) dan B(0, 1) . Jika P bersifat |PA|:|PB|=m:n , maka P terletak pada lingkaran dengan persamaan ...
Misalkan titik P(x,y), panjang PA dan PB :
|PA|=(x1)2+(y0)2=(x1)2+y2
|PB|=(x0)2+(y1)2=x2+(y1)2
Kuadratkan bentuk |PA|:|PB|=m:n
|PA|:|PB|=m:n(|PA||PB|)2=(mn)2((x1)2+y2x2+(y1)2)2=(mn)2((x1)2+y2x2+(y1)2)=(mn)n[x2+y2+12x]=m[x2+y2+12y]n(x2+y2+1)n.2x=m(x2+y2+1)m.2yn(x2+y2+1)m(x2+y2+1)=2nx2my(nm)(x2+y2+1)=2(nxmy)
Jadi, persamaan lingkarannya: (nm)(x2+y2+1)=2(nxmy)
Nomor 10
Diketahui a,a+b, dan a+5b merupakan 3 suku pertama suatu barisan geometri. Jika a,a+b,x,y, dan z merupakan 5 suku pertama suatu barisan aritmetika dan x+y+z=15, maka suku ke-10 barisan aritmetika tersebut adalah ...
Barisan geometri (rasio sama): a,a+b,a+5b
u2u1=u3u2(u2)2=u1.u3(a+b)2=a.(a+5b)
b23ab=0b(b3a)=0
b=0(tidak memenuhi)ataub=3a...pers(i)(memenuhi)
Barisan aritmetika (beda/selisih sama): a,a+b,x,y, dan z
yx=zyx+z=2y...pers(ii)
Substitusi pers(ii) ke x+y+z=15
x+y+z=15(x+z)+y=152y+y=15y=5
y adalah suku ke-4 pada barisan aritmatika, sehingga u4=5
u4=5a+3b=5a+3(3a)=5a=12
Pers(i) : b=3ab=3.12b=32
Menentukan u10 pada barisan aritmatika :
u10=a+9b=12+9.(32)u10=282=14
Jadi, suku ke-10 : u10=14.
Nomor Soal Lainnya : 1-5 6-10 11-15

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.